Mari Kokohkan Dan Kuatkan Keimanan Kita


8 tahun lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Keimanan merupakan modal berharga yang kita miliki dalam mengarungi samudra kehidupan, dengan keimanan yang kokoh kita tidak akan mudah terpedaya atau terlena  dengan kenikmatan yang kita dapatkan, sebagaimana dengan sebab keimanan, ( dengan izin Allah ) kita tidak akan mudah putus asa dalam menghadapi ujian dan cobaan.

Allah azza wa jalla berfirman : 

﴿وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَى وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ ﴾



"Dan diantara manusia ada yang menyembah Allah hanya ditepi ( tidak dengan penuh keyakinan ), maka apabila dia mendapatkan kebaikan, dia merasa puas, dan jika ditimpa suatu cobaan, dia berbalik kebelakang ( keluar dari islam ). Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata.  [QS. Al-Hajj : 11 ]

Asy-syaikh 'Abdurrahman as-sa'dy rahimahullah berkata : Diantara manusia ada yang lemah imannya, iman itu belum tertancap kuat di dalam hatinya, dan belum menyinari anggota badannya, dia masuk ke dalam islam bisa disebabkan karena takut, atau karena ikut-ikutan, ( orang yang demikian ) tidak akan tahan terhadap ujian dan cobaan. Apabila dia mendapatkan rezeki yang melimpah, dan tidak ada musibah yang menimpanya dia merasakan ketenangan ( bukan karena keimanan nya ), Allah memberikan keselamatan kepadanya dan tidak ( belum ) memberikan  ujian yang menguji keimanan ( agama ) nya. Apabila ( suatu saat nanti ) dia diuji dengan keburukan dia berpaling dari agamanya ( murtad ), orang yang demikian akan mendapatkan kerugian di dunia dan akherat.

[ lihat taysiiril kariimir Rahmaan fii tafsiiri kalaamil Mannan halaman 624  ]

Semoga Allah azza memberikan menguatkan dan mengokohkan keimanan yang ada di dalam hati kita. Aamiin.


Oleh : Ustadz Budi Santoso bin Suradi, Lc  حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى