Janganlah Engkau Seperti Dia


7 tahun lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar


وعن عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَا عَبْدَ اللَّهِ لَا تَكُنْ مِثْلَ فُلَانٍ كَانَ يَقُومُ اللَّيْلَ فَتَرَكَ قِيَامَ اللَّيْلِ ) رواه البخاري (1152) ومسلم (1159) 

Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash semoga Allah meridhoi keduanya berkata : Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  berkata kepadaku : Wahai Abdullah, janganlah engkau seperti fulan, dahulu dia suka mengerjakan sholat malam, kemudian (sekarang) dia meninggalkannya. [HR. Bukhari dan Muslim ]

Saudaraku, di dalam hadits tersebut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberikan nasehat kepada salah seorang sahabat beliau, agar jangan meniru perbuatan si fulan (nama samaran untuk seorang laki-laki) , kalau dalam bahasa kita janganlah engkau meniru perbuatan si A , janganlah engkau meniru perilaku si B, dst.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  mengingatkan atau mewanti wanti agar jangan seperti si fulan, dahulu dia rajin sholat malam, namun sekarang dia meninggalkannya (tanpa ada udzur).

Saudaraku, apabila di dalam hadits tersebut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengingatkan pentingnya istiqomah dalam melaksanakan sholat tahajjud/sholat malam (yang hukumnya sunnah muakkadah) maka kita bisa mengambil pelajaran tentang pentingnya istiqomah /kontinyuitas terutama dalam melaksanakan ibadah wajib.

Janganlah kita seperti si A, dahulu dia rajin datang ke majelis ilmu, kemudian dia sekarang malas datang ke majelis ilmu.

Janganlah kita seperti si anu, dahulu dia rajin sholat berjama'ah, berjenggot, kemudian dia meninggalkan sholat berjama'ah dan mulai mencukur habis jenggotnya.

Janganlah engkau seperti fulanah (nama samaran untuk perempuan) dahulu dia berhijab, kemudian dia pun mulai meninggalkan hijabnya.

Saudaraku, apabila Allah telah memberikan hidayah/kemudahan kepada kita untuk beramal sholeh, janganlah kita sia siakan hidayah tersebut, marilah kita minta keistiqomahan di atas hidayah. Hendaknya kita bisa mengambil pelajaran dari orang orang yang ada di sekitar kita, yang dahulu mereka berpegang teguh dengan sunnah, kemudian perlahan dia meninggalkannya.

Hendaknya kita mengingat, apabila diri kita tidak disibukkan dengan ketaatan (melaksanakan ibadah yang wajib kemudian menyibukkan dengan ibadah sunnah) maka diri kita akan disibukkan dengan hal hal yang sia-sia atau bahkan disibukkan dengan maksiat.

Marilah diri kita masing masing mengingat amalan (baik wajib ataupun sunnah) apa saja yang dahulu kita pernah rajin untuk melaksanakannya, namun sekarang kita meninggalkannya. Marilah kita cari penyebab mengapa kita tinggalkan amalan amalan tersebut ? Setelah kita tau sebabnya, maka segera kita cari solusi dan jalan keluarnya.

Semoga bermanfaat.

✏ Ustadz Budi Santoso, Lc حفظه الله تعالى