Hikmah Keberadaan Ka'bah
Dari tanggal 1 hingga 9 maret 2017 bangsa kita diberi kehormatan dengan keberadaan Khodim Haramain (pelayan dua tanah suci -Makkah dan Madinah-) di negeri Indonesia.
Jika kita mendengar negara Saudi Arabia kita akan teringat Makkah, dan jika kita mendengar Makkah kita akan teringat Ka'bah - semoga kita diberi kemudahan untuk mengunjungi Ka'bah- Amin.
Saudaraku kaum Muslimin, pernahkah kita memikirkan pertanyaan ini ?
Kenapa harus ada Ka'bah ?
Apa hikmah Allah menjadikan Ka'bah ?
Kedua pertanyaan ini telah dijawab oleh Syaikh Khalid bin Isma'il di salah satu pelajaran beliau saat menjelaskan hadits ketiga dari hadits arba'in an Nawawy. Beliau menjelaskan :
" Ketika Allah tahu bahwa hamba-hamba-Nya begitu rindu dengan-Nya, berharap untuk melihat-Nya, namun hal ini tidak bisa terjadi di dunia, maka Allah menjadikan Ka'bah sehingga orang yang mengunjunginya seakan-akan dia menjadi utusan menuju Allah dan siapa yang melihatnya maka dia akan selalu teringat dan rindu untuk melihat pemilik Ka'bah.
Ketika melihat Ka'bah sahabat Umar bin Khattab berdo'a :
اللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلامُ وَمِنْكَ السَّلامُ فَحيِّنَا رَبُّنَا بِالسَّلامِ
Ya Allah engkau adalah as Salam dan dari Mu lah keselamatan, maka jadikanlah ucapan selamat kami pada urusan kami padamu keselamatan dari musibah yang merusak.
Allah berfirman :
تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ سَلَامٌ ۚ وَأَعَدَّ لَهُمْ أَجْرًا كَرِيمًا
Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah: Salam; dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka. (Al Ahsan :44)
Semoga bermanfaat
Oleh : Ustadz Nur Cholis Agus Santoso, M.Pd.I



Belum ada komentar.