Sudah Sepantasnya Kita Takut


7 tahun lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam bersabda ; 

ُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ، فَيَدْخُلُهَا، 

"Sesungguhnya salah seorang diantara kalian melakukan amalan penghuni surga, sampai tidak ada jarak antara dirinya dengan surga melainkan sehasta, namun catatan  taqdir mendahuluinya, maka diapun melakukan amalan penghuni neraka sehingga dia masuk kedalamnya". [HR. Bukhari]

Orang orang sholeh terdahulu sangat takut dengan su'ul khatimah. Sekali lagi perhatikan (potongan hadits diatas) jarak antara seorang hamba dengan surga sangatlah dekat, kemudian dia melakukan amalan penghuni neraka (dengan pilihan dan kehendaknya sendiri) bukan paksaan dari siapapun.

Di dalam riwayat yang lain disebutkan ;

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ الْجَنَّةِ فِيمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ ، وَهُوَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ ، 

"Sesungguhnya seseorang melakukan amalan penghuni surga, seperti apa yang dilihat dinilai oleh manusia, padahal dia termasuk penghuni neraka". [HR. Bukhari ]

Di dalam hati orang tersebut ada penyakit (riya'/pamer), penyakit tersebut bisa memalingkannya dari kesuksesan untuk masuk ke dalam surga. 

Maka sudah seharusnya seorang berada diantara rasa takut dan berharap serta bersangka baik kepada Allah. Dia harus selalu memperhatikan niat yang ada di dalam hatinya, karena syaiton dan hawa nafsunya akan selalu mengajaknya untuk berbuat riya'. 

Seseorang bisa saja berucap atau mengatakan suatu perkataan, yang dia sendiri tidak terlalu memperhatikan ucapan tersebut, padahal ucapan tersebut mendatangkan murka Allah, sehingga Allah menenggelamkannya dalam neraka jahannam.

[Faedah dari ceramah singkat yang di sampaikan Syaikh Abdul Karìm bin Abdillah al khudair -hafidzahullah-]

Dari petikan faedah diatas, marilah kita senantiasa mengoreksi hati kita, sudahkah kita ikhlas dalam seluruh amal sholeh yang kita lakukan ? 

Marilah kita koreksi perkataan yang keluar dari lisan kita, karena bisa jadi perkataan itu kelihatan remeh, tapi berakibat buruk untuk yang mengucapkannya.

Semoga bermanfaat.


✏ Ustadz Budi Santoso, Lc حفظه الله تعالى