Pembagian Ilmu


6 tahun lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Apabila kita melihat pada konten dari ilmu-ilmu yang ada maka akan kita jumpai bahwa ilmu itu dibagi menjadi tiga, 

1. Ilmu yang dipuji oleh syari'at
2. Ilmu yang dicela oleh syari'at
3. Ilmu yang didiamkan syari'at

Dan kita menyikapi setiap ilmu sebagaiman syari'at menyikapinya.

1. Ilmu yang dipuji syariat

Ilmu yang dipuji oleh syari'at adalah ilmu-ilmu agama, maka kita harus memujinya, kita tidak boleh meremehkan atau memandangnya sebelah mata.

Terdapat banyak dalil yang menjelaskan bahwa Allah memuji ilmu agama dan penuntut serta para ahli agama, maka apakah kita akan menghina orang yang dipuji Allah ?? Apakah kita akan menghina apa yang Allah muliakan ???

2. Ilmu yang dihinakan syariat

Ilmu ini adalah ilmu-ilmu yang berisi keharaman seperti ilmu sihir, ilmu yang berkaitan dengan musik dengan berbagai macam cabangnya.

Sikap kita dengan ilmu-ilmu seperti ini adalah sebagaimana sikap syari'at, kita hinakan dan kita peringatkan agar orang-orang tidak mempelajarinya.

3. Ilmu yang didiamkan syari'at

Yang termasuk jenis ilmu ini adalah ilmu-ilmu keduniaan pada umumnya, seperti ilmu matematika, kimia, fisika dan lain-lain.

Ilmu-ilmu pada kategori ini adalah ilmu washilah (perantara), bisa menjadi terpuji dan terhina tergantung pada bidang apa kita aplikasikan. 

Sikap kita pun sama dengan sikap syari'at, kita diam tidak memuji dan tidak menghina atau menggap tidak berguna. Dari sini salahkah orang yang berbangga dengan ilmu jenis ini, bahkan membanggakan ilmu ini dari ilmu agama, ini adalah keliru.

Begitu juga salahlah orang yang menganggap ilmu ini tidak ada gunanya, misalanya belajar matematika itu tidak ada gunanya, kita belajar dalam-dalam matematika tapi ternyata banyak yang tidak bisa kita amalkan. Maka kita katakan yang salah bukan ilmu yang dipelajari, tapi kita yang tidak berada dikondisikan bisa menerapkannya.

Kita ambil contoh, ilmu mengenai perikanan tentu sangat bermanfaat bagi orang yang bergelut di dunia perikanan dan tidak ada manfaatnya bagi seorang guru, sekertaris dan lain-lain, begitu juga ilmu pertanian akan bermanfaat bagi petani atau yang bergelut di dunia pertanian dan ilmu pertanian tentunya tidak bermanfaat bagi orang-orang yang bergelut di luar dunia pertanian.

Maka, jika seorang sekretaris mengatakan ilmu perikanan tidak bermanfaat, asumsi ini salah karena dia memandang ilmu perikanan dengan dunianya.

Ilmu agama adalah ilmu yang bermanfaat secara mutlaq, adapun ilmu keduniaan dia bermanfaat sesuai dengan bidang dan kondisi tertentu.

Mari kita berpikir bijak.

Semoga bermanfaat

Oleh : Ustadz Nur Cholis Agus Santoso, M. Pd.I  حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى