Nikmat Dzikir


7 tahun lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Ketika kita bisa berdzikir menyebut nama Allah dalam tasbih, tahmid, dan dzikir lainnya, maka itu adalah sebuah kenikmatan yang sangat besar.

Karena dzikir sendiri adalah sebuah nikmat.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda :

"يَأْكُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ فِيهَا وَيَشْرَبُونَ، وَلَا يَتَغَوَّطُونَ وَلَا يَمْتَخِطُونَ وَلَا يَبُولُونَ، وَلَكِنْ طَعَامُهُمْ ذَلِك َجُشَاءٌ كَرَشْحِ الْمِسْكِ يُلْهَمُونَ التَّسْبِيحَ وَالْحَمْدَ، كَمَا تُلْهَمُونَ النَّفَسَ"

"Para penghuni surga makan dan minum di dalamnya, namun mereka tidak buang air besar, tidak buang ingus, dan tidak kencing. Akan tetapi makanan tersebut menjadi sendawa yang berbau wangi. Mereka diberikan ilham untuk bertasbih dan bertahmid seperti ketika mereka bernafas." [HR. Muslim]

Para ulama menjelaskan bahwa semua yang ada di surga adalah kenikmatan. Tidak ada lagi beban kesulitan. Terputus semua beban ibadah, tidak ada kewajiban sholat, puasa dan ibadah lainnya.

Namun ada sebuah ibadah yang masih dilakukan para penghuni surga, yaitu dzikir, sebagaimana tercantum dalam hadits di atas.

Dari penjelasan ini menunjukkan kepada kita bahwa dzikir adalah sebuah kenikmatan.

Oleh karena marilah kita senantiasa penuhi detik-detik hidup kita dengan berbagai macam bentuk dzikir yang telah Rasulullah ajarkan kepada kita, baik ketika di rumah, di jalan, di kantor, di setiap waktu kita, hingga akhir hayat kita.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya: Amal apa yang paling dicintai Allah ?

Beliau menjawab :

"أَنْ تَمُوتَ وَلِسَانُكَ رَطْبٌ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ".

Yaitu engkau mati dalam keadaan lisanmu basah oleh dzikir menyebut nama Allah. 

[Hadits Shahih riwayat Ibnu Hibban, lihat Silsilah ash-Shahihah]

Mudah-mudahan Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita... aamiin

Oleh : Ustadz Askar Wardhana, Lc حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى