Meneladani Nabi Ibrahim Alaihissalaam


8 tahun lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Sesungguhnya Allah memilih (di antara manusia yang ada) manusia pilihannya, di antaranya adalah Nabi Ibrahim alahis salam. 

Tatkala Allah memberi keistimewaan kepada Nabi Ibrahim dan menjadikannya sebagai kekasihNya, maka kita sebagai hamba Allah, sudah sepantasnya memperhatikan dua hal berikut ini ( terhadap beliau, yaitu Nabi Ibrahim 'alaihissalaam ). :

1. Kita tumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Ibrahim alaihissalaam.

2. Kita berusaha meniti jejak beliau dan menjadikannya sebagai suri tauladan.

Allah azza wa jalla berfirman:

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ 


"Sungguh ada bagi kalian suri tauladan yang baik pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya" [ QS. Al-Mumtahanah : 4 ]

Adapun diantara sifat mulia Nabi Ibrahim yang perlu kita teladani, diantaranya adalah yang dijelaskan oleh Allah di dalam firmanNya :

(إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ)

"Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang pemimpin ( panutan ),selalu taat kepada Allah, yang selalu bertauhid dan bukan termasuk orang-orang yang berbuat kesyirikan". [ QS. An-Nahl : 120 ]

Dalam ayat diatas, Allah menyebutkan 4 sifat dari Nabi Ibrahim, yaitu : 

Pertama: Ibrahim adalah ummah(suri tauladan) / panutan dan juga pemimpin.

Teladan merupakan gelar mulia yang Allah berikan kepadanya, dikarenakan keimanan dan tauhidnya yang kuat, ibadahnya benar, dan akhlaknya yang baik.

Oleh karenanya, seorang yang mulia adalah yang dapat memperbaiki diri dan menjadi teladan bagi orang lain.

Kedua: Ibrahim adalah Qonitan lillahi

Artinya, Nabi Ibrahim merupakan hamba Allah yang tunduk, patuh, khusyuk dan selalu berbuat ketaatan, serta istiqomah di atas agama Allah.

Ketiga: Ibrahim adalah hanifan 

Artinya, cenderung kepada tauhid dan jauh dari kesyirikan.

Keempat: Ibrahim  adalah bukan termasuk orang-orang melakukan kesyirikan.

Point keempat ini merupakan penguat atas point ketiga, intinya bahwa Nabi Ibrahim memurnikan ibadahnya hanya kepada Allah dan jauh dari kesyirikan.

Inilah hakikat Islam, bertauhid dan meninggalkan kesyirikan,  Allah berfirman:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً


" Dan sembahlah Allah saja dan jangan sekutukan Dia dengan yang lainNya". 
[ an-nisa:36 ]

Wallahu waliyuttaufiq.

Oleh : Ustadz Abdurrahman Hadi, Lc حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى