Keutamaan Kalimat Tauhid


8 tahun lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla pada hari kiamat akan menyelamatkan seseorang dari umatku di hadapan seluruh makhluk. Maka dibentangkan kepadanya 99 catatan (dosa yang dilakukan), tiap satu catatan seperti jarak mata memandang. 

Kemudian Allah Azza wa Jalla berkata, “Apakah ada sesuatu yang kamu ingkari dari catatan ini? Apakah para malaikat penjaga dan pencatat berbuat zhalim kepadamu?” Ia menjawab, “Tidak, wahai Rabb-ku!” 

Allah Azza wa Jalla berkata , “Apakah engkau punya alasan?” Ia menjawab, “Tidak, wahai Rabb-ku!” 

Allah Azza wa Jalla berkata, “Benar; sungguh, engkau memiliki kebaikan di sisi Kami, dan engkau tidak akan dizhalimi pada hari ini.” 

Maka dikeluarkanlah bithâqah (sebuah kartu) bertuliskan,

 " أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ"

Lalu Allah Azza wa Jalla berkata, “Datangkanlah timbangan amalmu.” Ia menjawab, “Bagaimana bisa kartu ini ditimbang dengan catatan-catatan dosa tersebut!” Allah Azza wa Jalla berkata, “Sesungguhnya engkau tidak akan dizhalimi.” 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lalu catatan-catatan (amal) itu diletakkan di salah satu sisi daun neraca dan bithâqah (kartu bertuliskan lâ ilâha illallâh) di daun Neraca lainnya, maka catatan-catatan itu melayang dan bithâqah yang lebih berat, maka tidak ada sesuatu yang lebih berat dibandingkan Nama Allah Azza wa Jalla.”

Hadîts Shahîh: Riwayat at-Tirmidzi (no. 2639), Ibnu Mâjah (no. 4300), al-Hâkim (I/6, 529), Ahmad (II/213), dari Sahabat ‘Abdullâh bin ‘Amr bin al-‘Ash. Lihat Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahîhah (no. 135).

Semoga kita bisa selalu menjaga tauhid kita, mengamalkan kandungan dan konsekwensi kalimat Lâ ilâha illallah serta istiqomah diatasnya hingga akhir hayat kita...