Kajian Kitab Riyadhush Sholihin, Hadits ke-1, Bab Niat


11 tahun lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., MHI. (hafidhohullohu Ta'ala) ini telah disampaikan pada 17 Nopember 2009 di Radio Islami Suara Al-Iman Surabaya pada Subuh, merupakan pembahasan awal dari kitab Riyadhush Sholihin, yakni hadits pertama, bab Niat. Bisa diputar (play) maupun download ke komputer Anda.

Kitab Riyadhush Sholihin min Kalamis Sayyidil Mursalin shollallohu 'alaihi wa alihi wa sallam yang ditulis oleh Al-Imam Abu Zakaria Yahya bin Syarof An-Nawawi rohimahullohu Ta'ala. Pada pertemuan kajian sebelumnya telah diawali dengan kedudukan dan pentingnya keikhlasan dalam beribadah kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala. Pada kajian ini akan dibahas hadits yang pertama dari kitab Riyadhush Sholihin.

Imam Nawawi berkata, yang artinya, "Dari Amiril Mukminin, Abu Hafsh, Umar bin Khoththob (rodhiyallohu 'anhu) bin Naufal bin Abdil Uzza bin Royyah bin Abdillah bin Qurth bin Rozzah bin Adi bin Ka'ab bin Lu`ai bin Gholib bin Al-Quroisyiyyi Al-'Adawiyyi, beliau berkata, "Aku mendengar Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya amal-amal perbuatan (ibadah) hanyalah dengan niat. Dan bahwasanya bagi setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang diniatinya. Maka barangsiapa yang berhijrah yang hijrahnya benar-benar kepada Alloh dan RosulNya, maka hijrahnya itu benar-benar kepada Alloh dan RosulNya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena kepentingan duniawi yang ingin diperolehnya atau karena keinginan akan seorang wanita yang dapat dinikahinya, maka balasan bagi hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya." (Tersepakati atas keshohihannya. Riwayat (Dua) Imam Ahli Hadits, Abu Abdillah Muhammad bin Isma'il bin Ibrohim bin Al-Mughiroh bin Bardizbah bin Al-Ju'fi Al-Bukhori (Imam Bukhori) dan Abu Husain Muslim bin Al-Hujjaj bin bin Muslim Al-Qusyairi An-Naisaburi (Imam Muslim), rodhiyallohu 'anhuma.)" Ini adalah arti dari matan hadits pertama yang dibawakan oleh Imam Nawawi rohimahullohu Ta'ala dan merupakan metode beliau dalam menulis kitab Riyadhush Sholihin bahwa nama sahabat yang meriwayatkan suatu hadist dari Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam apabila disebutkan pertama kali dalam kitab ini maka selalu disebutkan oleh Imam An-Nawawi secara lengkap, sebagaimana penyebutan dari arti matan hadits di atas yang menyebutkan nama Amirul Mukminin, Umar bin Khoththob rodhiyallohu 'anhu.

Penjelasan lebih lanjut, bisa didengarkan melalui kajian audio MP3 berikut ini, Anda juga bisa download file MP3-nya.