Janganlah Meninggalkan Al Quran (Ust. M. Ali Bazher)


8 tahun lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Allah menjadikan Al Quran sebagai pelita bagi kehidupan orang yang beriman sehingga dia dapat istiqamah berjalan di atas petunjuk dari Allah subhana wa ta'ala

 وكذلك أوحينا إليك روحا من أمرنا ما كنت تدري ما الكتاب ولا الإيمان ولكن جعلناه نورا نهدي به من نشاء من عبادنا وإنك لتهدي إلى صراط مستقيم

 

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Qur`an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Qur`an) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Qur`an itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS Asy Syura: 52)

di ayat lain Allah menyebutkan bahwasanya Al Quran adalah tali Allah yang kita harus berpegang teguh dengannya , sehingga dengannya terwujudlah persatuan yang hakiki.

واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا واذكروا نعمة الله عليكم إذ كنتم أعداء فألف بين قلوبكم فأصبحتم بنعمته إخوانا وكنتم على شفا حفرة من النار فأنقذكم منها كذلك يبين الله لكم آياته لعلكم تهتدون

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS Ali Imran: 103)

Yang dimaksud dengan Tali Allah adalah Al Quran sebagai mana yang dikatakan oleh sahabat Zaid bin Arqam

 كتاب الله عز وجل هو حبل الله من اتبعه كان على الهدى ومن تركه كان على ضلالة

Kitab Allah Azza wa Jalla adalah tali Allah, barangsiapa mengikutinya maka dia berada di atas petunjuk, dan barangsiapa meninggalkannya maka dia di atas kesesatan

 

Perkara meninggalkan Al Quran telah ada sejak zaman nabi shallallahu’alaihi wa sallam

وقال الرسول يارب إن قومي اتخذوا هذا القرآن مهجورا 

Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur`an itu sesuatu yang tidak diacuhkan". (QS Al Furqan: 30)

Diacuhkan memiliki dua makna

Makna yang diacuhkan yang pertama adalah mengatakan bahwasanya yang ada dalam al quran itu kejelekan, sebagaimana orang kafir Quraisy dahulu. Orang-orang kafir quraisy mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh nabi adalah sihir, syair, perdukunan, dan kedustaan.

Makna kedua adalah meninggalkan dan menjauhinya tidak mau mengambilnya dan tidak mau mendengarkannya.

Lalu perkara apa sajakah yang termasuk dalam kategori meninggalkan Al Quran, sehingga kita dapat menghindarinya karena perkara meninggalkan Al Quran akan menyebabkan seseorang berpaling dari jalan lurus. ? Temukan Penjelasannya pada Kajian berikut.

Pada kajian kali ini Ust. M. Ali  Bazher  حفظه الله menjelaskan kepada kita tentang perkara-perkara yang masuk dalam kategori meninggalkan Al Quran, serta Akibat-Akibat Meninggalkan Al Quran. Kajian ini disampaikan di Radio Aliman Surabaya hari Sabtu tanggal 14 September 2013.

Radio Suara Al-Iman Surabayaradio dakwah dan syiar IslamAhlus Sunnah wal Jama'ah, mengudara pada frekuensi radio AM 846 kHz yang dapat dijangkau oleh radio di Jawa Timur dan Madura (sebagian besar Jatim, pada khususnya), hingga beberapa kota di Jawa Tengah (Rembang, Blora, dll). Radio Suara Al-Iman Surabaya juga dapat dinikmati melalui radio streaming dan Flexi radio. Gabung juga di Facebook dan Twitter Radio Suara Al-Iman, untuk berlangganan info kajian di Jawa Timur.