Faedah Dari Hadits Jibril Yang Berkaitan Dengan Bangunan


9 tahun lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Hadits Jibril yang merupakan hadits kedua sangatlah masyhur (familiar/terkenal) di kalangan umat Islam terlebih  para penuntut ilmu agama.

Hadits yang menceritakan kedatangan malaikat Jibril kehadapan Nabi dengan rupa seorang laki-laki yang begitu bagus penampilannya. Sesampainya di hadapan Nabi malaikat Jibril mendekat kepada beliau dan bertanya tentang perkara agama.

Hal-hal yang ditanyakan berkaitan tentang makna Islam, Iman, Ihsan dan perkara kiamat khususnya yang berkaitan dengan tanda-tanda kiamat. Dalam hadits Jibril, Nabi menjelaskan tanda-tanda kiamat diantaranya sabda beliau berikut ini:

وَأَن تَرَى الحُفَاةَ العُرَاةَ العَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي البُنيَانِ

"Engkau melihat seseorang yang tidak beralas kaki, telanjang, miskin dan pengembala kambing, mereka berlomba-lomba meninggikan bangunan."

Imam al-Qurthubi berkata:
"Yang dimaksud adalah khabar akan bergantinya sebuah kondisi, dimana orang Badui akan memegang urusan mereka, menguasai  berbagai negri melalui penaklukan. Harta mereka menjadi banyak dan keinginan mereka adalah memperkokoh bangunan dan berbangga-bangga dengannya".

Dan hal ini telah kita saksikan bersama.

Yang menjadi permasalahan adalah : APA HUKUM MENDIRIKAN BANGUNAN YANG TINGGI LAGI MEGAH ????

Sebagian seseorang beranggapan bahwa hadits Jibril tidak membicarakan mengenai hukum mendirikan bangunan yang tinggi, hadits tersebut hanya mengkabarkan mengenai diantara tanda dari hari kiamat yaitu berlomba-lomba membangun bamgunan yang tinggi. 

Menurut Nadhim Muhammad Sulthon hal ini keliru, bahwa dalam hadits Jibril juga dijelaskan hukum mendirikan bangunan tinggi, hukumnya makruh jika tidak didasari sebuah kebutuhan. Beliau membawakan salah satu riwayat yang menguatkan pendapat beliau. Riwayat tersebut adalah berikut ini.

قال النبي -صلى الله عليه وسلم - : كُلُّ نَفَقَةٍ يُنفِقُهَا العَبدُ يٍؤجَرُ فِيهَا إِلاَّ البُنيَانُ

"Setiap nafkah yang dibelanjakan seorang hamba akan diberi pahala kecuali bangunan". Hadits ini dicantumkan Syaikh al Albany dalam al Jami' al Shohih No 4442.

Diringkas dari kitab al qowaid wa al faid min al arba'in an nawawy karya Nadhim Muhammad Sulthon  halaman 49-50.

✏ Akhukum fillah: Nur Cholis, S.Pd.I -Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya-