Bedanya Istighfar Dan Taubat ?


8 tahun lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Ketika kita membaca ayat-ayat al-Qur'an, kadang kita mendapati ada ayat yang menyebutkan lafadz istighfar dan taubat secara bersamaan. 

Seperti halnya firman Allah Ta'ala:

(وَاسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّي رَحِيمٌ وَدُودٌ)

Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. [Surat Hud: 90] 

Bila lafadz istighfar dan taubat disebutkan secara bersamaan dalam satu ayat, apakah keduanya bermakna sama? 

Terkait dengan surat Hud ayat 90 dan ayat-ayat semisalnya, maka Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-'abad al-Badr hafidzahumallahu Ta'ala menjelaskan bahwa ayat-ayat tersebut menunjukkan adanya hubungan yang erat antara istighfar dan taubat. Seorang hamba juga sangat membutuhkan istighfar dan taubat untuk melindungi diri dari akibat buruk dari dosa-dosanya. Dan dosa itu ada dua macam:

"(1) Dosa yang telah lalu, maka dia BERISTIGHFAR (memohon ampun) dari dosa tersebut, yaitu dia meminta kepada Allah agar dilindungi dari dampak jelek dosa yang dahulu dia lakukan. 

(2) Dosa yang dikhawatirkan akan menimpa dirinya, maka dia BERTAUBAT, yaitu bertekad untuk tidak akan melakukan perbuatan dosa yang dikhawatirkan akan menimpa dirinya. 

Dan kembali kepada Allah ada dua macam:
[1] Kembali kepada Allah agar Dia melindungi dirinya dari dampak buruk dosa yang dahulu dia lakukan. 
[2] Kembali kepada Allah agar Dia melindungi dirinya dari tertimpa kejelekan jiwa dan keburukan amalnya dikemudian hari." [kitab Madaarijus-Salikin, 1/308] 

[ dinukil dari Kitab fiqh al-Ad'iyah wa al-Adzkaar, hal. 270-271 ]. 

Kita memohon kepada Allah agar melindungi kita dari kejelekan jiwa dan keburukan amal kita, 

Sebagaimana kita memohon kepada-Nya agar dimudahkan dalam beristighfar dan bertaubat kepada-Nya. 


✏ Akhukum fillah: Abdul Basith, Lc حفظه الله تعالى