Wujudkan Rasa Syukur Dengan Taat Kepada Perintah Allah Dan RasulNya


3 minggu lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

عن عائشة رَضي الله عنها: أنَّ النَّبيّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يقُومُ مِنَ اللَّيلِ حَتَّى تَتَفَطَّرَ قَدَمَاهُ فَقُلْتُ لَهُ: لِمَ تَصنَعُ هَذَا يَا رسولَ الله، وَقدْ غَفَرَ الله لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ؟ قَالَ: ((أَفَلا أُحِبُّ أنْ أكُونَ عَبْدًا شَكُورًا)). 

Dari Aisyah - semoga Allah meridhoiNya -, bahwasannya Nabi shallallahu alaihi wa sallam melakukan sholat malam sampai kedua tumit beliau bengkak. Maka aku berkata kepada beliau : "Mengapa engkau melakukan ini wahai Rasulullah? Padahal Allah telah mengampuni Engkau, baik (dosa-dosa) yang berlalu maupun dosa yang akan datang?"  Beliau menjawab : "Aku ingin menjadi hamba yang banyak bersyukur". [HR. Bukhari dan Muslim dan ini lafadz Bukhari] 

Syaikh Muhammad bin Shalih al ustaimin rahimahullah berkata : Di dalam hadits tersebut terdapat dalil  bahwasannya salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah yaitu menjalankan ketaatan kepadaNya. Semakin seorang hamba taat kepada Allah maka semakin bertambah pula rasa syukur yang dipanjatkan kepadaNya.

[Syarah riyadhus Shalihin juz 1 halaman 342, karya Syaikh Muhammad bin Shalih al ustaimin rahimahullah]

Saudaraku, mensyukuri nikmat Allah bukan hanya dengan kita mengucapkan alhamdulillah ketika mendapatkannya, namun termasuk wujud rasa syukur yaitu kita menggunakannya (kenikmatan tersebut) dalam ibadah dan ketaatan.

Ya Allah berilah pertolongan kepada kami untuk senantiasa bersyukur atas segala kenikmatan yang telah Engkau berikan kepada kami.

Oleh : Ustadz Budi Santoso, Lc