Pengakuan Seorang Hamba


2 minggu lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Allah azza wa jalla berfirman:

رَبَّنَاۤ اِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُّنَادِيْ لِلْاِيْمَانِ اَنْ اٰمِنُوْا بِرَبِّكُمْ فَاٰمَنَّا   ۖ  رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّاٰتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْاَبْرَارِ 

"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar orang yang menyeru kepada iman, (yaitu), "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu," maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami beserta orang-orang yang berbakti."

[QS. Ali 'Imran: Ayat 193] 

Syaikh Abdurrahman bin Nasir as sa' di -rahimahullah- berkata : Di dalam ayat ini terdapat pengakuan dari seorang hamba terhadap nikmat iman yang diberikan Allah azza wa jalla. Mereka bertawassul dengan keimanan tersebut agar Allah mengampuni dosa-dosa mereka. Barangsiapa yang diberikan nikmat iman, Allah akan memberikan nikmat keamanan yang sempurna. 

Di dalam ayat tersebut seorang hamba memohon kepada Allah agar dimatikan bersama orang-orang yang berbakti. Beliau (Syaikh As Sa'di berkata : Di dalam do'a ini terkandung permohonan taufiq untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan serta permohonan Istiqomah diatasnya. 

[Taysiir Alkariimi Arrahman fi tafsiir al kalam al mannan, halaman 144]

Oleh : Ustadz Budi Santoso, Lc