Orang Yang Paling Cerdas


4 bulan lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Di dunia ini manusia mengagung-agungkan kecerdasan otak seseorang, yang diukur dengan tingkat IQ-nya, atau berbagai nilai dan capaian akademik yang tinggi. Namun sesungguhnya kecerdasan otak belaka bukanlah ukuran kemuliaan dalam Islam, tingginya nilai dan segala bentuk prestasi dan gelar yang selama ini dibanggakan bukanlah otomatis berbuah kesuksesan di akhirat kelak. Akan tetapi kecerdasan hakiki yang dipuji oleh Allah dan Rasul-Nya, adalah yang disebutkan dalam hadits berikut ini :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ، فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ؟ قَالَ: "أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا"، قَالَ: فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ؟ قَالَ: "أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا، وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا، أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ" .

Dari Ibnu Umar berkata : dahulu aku sedang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu datanglah kepada beliau seorang lelaki dari kaum Anshar, kemudian mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu dia bertanya : wahai Rasulullah, siapakah di antara orang-orang beriman yang paling utama? Beliau menjawab : yang paling baik akhlaknya. Lalu lelaki itu bertanya lagi : siapakah di antara orang-orang beriman yang paling cerdas? Beliau menjawab : yang paling banyak mengingat kematian, dan yang paling baik persiapannya menyambut kematian, mereka itulah orang-orang yang cerdas

[HR. Ibnu Majah dan dihasankan oleh al-Albany]

Inilah kecerdasan yang hakiki, yang akan membawa kesuksesan di akhirat kelak, yaitu banyak mengingat kematian dan mempersiapkan bekal menuju alam setelah kematian. Maka tidaklah dikatakan cerdas, ketika seseorang tenggelam dalam hawa nafsu dunianya dan hampa dari mengingat kematian, maskipun IQ-nya jenius, nilainya tinggi, gelarnya panjang terpampang dan berjejer prestasi lainnya. Oleh karena itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kita dalam sabdanya :

"أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ".

Perbanyaklah kalian mengingat pemutus segala kelezatan, yaitu kematian.

 [HR. at-Turmudzy]

Mengapa beliau memerintahkan kita memperbanyak mengingat mati? Agar kita belajar, dan mengambil pelajaran darinya, agar kita menjadi manusia yang cerdas dan bersiap-siap menjelang kematian kita..

Mudah-mudahan Allah memberikan kepada kita husnul khatimah.. aamiin.

Oleh : Ustadz Askar Wardhana, Lc  حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى