Merubah Pola Pikir


4 bulan lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

عَنْ أَبِي ذَرٍّ أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُورِ بِالْأُجُورِ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّي وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ وَيَتَصَدَّقُونَ بِفُضُولِ أَمْوَالِهِمْ....... 


Dari Abu Dzar radhiyallahu anhu bahwasanya beberapa orang dari sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wa berkata kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, : Wahai Rasulullah, orang orang kaya telah pergi dengan membawa banyak pahala, mereka sholat sebagai kami sholat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, mereka bersedekah dengan harta mereka.......  [HR.  Muslim] 

Dari potongan hadits diatas kita mendapat pelajaran bagaimana pola pikir yang dimiliki para sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam (yang hidup dalam kemiskinan). Para sahabat selalu berlomba lomba dalam kebaikan. Mereka (sahabat yang hidup miskin) merasa tidak mampu untuk bersaing dengan sahabat yang kaya, disebabkan karena mereka bisa memborong pahala sedekah. 

Bandingkan dengan pola pikir yang mungkin masih kita miliki, di saat kita melihat orang kaya, mungkin terbesit di benak kita, enak sekali jadi orang kaya, hidup di rumah mewah, bisa jalan jalan ke mana yang dia mau, bisa makan ini dan itu dst. Oleh karena itu, marilah kita rubah pola pikir yang demikian.  Apabila kita melihat orang kaya yang bersyukur, sudah mengenal sunnah, ahli ibadah, banyak bersedekah, dermawan, itulah yang kita berkeinginan untuk menjadi seperti mereka. Seandainya Allah memberi karunia berupa harta berlebih kepada kita, maka kita juga akan melakukan hal yang serupa (yaitu sedekah). 

Semoga bermanfaat.

✏ Ustadz Budi Santoso, Lc