Mensyukuri Nikmat Iman


sebulan lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Di antara nikmat terbesar yang telah Allah berikan kepada kita yaitu nikmat keimanan. Ketika kita diberikan hidayah iman, maka Allah telah memuliakan kita dari sekian banyak hamba-Nya. Allah berfirman :

...وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُولَٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ ...

...Dan sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka,... [QS. al-Baqarah: 221]

Ayat di atas mengisyaratkan kepada kita agar jangan merasa minder dengan status mukmin muslim, karena seorang budak hamba sahaya yang hina dina saja ketika dia beriman, maka dia tetap jauh lebih baik dari pada manusia merdeka yang dielu-elukan namun tidak beriman kepada Allah.

Ayat tersebut Allah sebutkan dalam masalah pernikahan yang hanya berskala kecil yaitu masalah keluarga, namun bisa berakibat surga dan neraka. Maka apalagi dalam masalah-masalah yang lebih besar, maka seorang yang memiliki keimanan selalu lebih baik daripada selainnya.

Oleh karena itu kita harus bersyukur atas nikmat iman, dan jangan menganggap remeh keimanan seorang mukmin. 

Karena seorang mukmin bisa saja berzina, mencuri, korupsi, membunuh, berbohong dan dosa-dosa lainnya sehingga dia harus dibakar di dalam neraka untuk membersihkan dosa-dosanya, namun ketika seseorang memiliki iman yang bersih dari kesyirikan dan kekufuran, meskipun sebesar biji atom, maka dia pada akhirnya akan masuk surga. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda :

عَنْ أَنَسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «َيَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ ذَرَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ» , (خ) ٤٤

Dari Anas, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dan di hatinya ada seberat biji atom keimanan". [HR. al-Bukhary]

Oleh karena itu marilah kita bersyukur dan menjaga keimanan kita, mudah-mudahan Allah menetapkan kita di atas keimanan dan menjadikan hati kita mencintai orang-orang yang beriman.. aamiin..

Oleh : Ustadz Askar Wardhana, Lc. حفظه الله تعالى