Kenapa Engkau Begitu Tega


4 bulan lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Sejarah terulang lagi, kedurhakaan terjadi lagi. Beberapa tahun lalu kita dihebohkan dengan pemberitaan seorang anak yang menuntut ibunya hingga mencapai angka satu milyar.

Kini, kejadian itu terjadi lagi. Seorang anak menuntut ibunya dengan nominal rupiah hingga 1,8 Milyar rupiah, sebuah angka yang sangat fantastis. Maka kami mengajak Saudaraku untuk merenungi hadits Nabi berikut :

Sebagaimana dikemukakan dalam sebuah hadits,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu, beliau berkata,  "Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dan berkata, 'Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali? Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Ibumu!'  Dan orang tersebut kembali bertanya, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi shalallaahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Ibumu!' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?' Beliau menjawab, 'Ibumu.' Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi,' Nabi shalallahu 'alaihi wasallam menjawab, 'Kemudian ayahmu.' [HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548]

Saudaraku, jangan pernah kita lupa bahwa Nabi -Shallallahu'alaihi wa sallam- mewasiatkan kepada kita untuk berbakti kepada orang tua kita terutama ibu, jangan pernah lupa dalam diri kita ada air susu ibu  yang kita minum, yang jika itu dinominalkan niscaya sangatlah banyak dan bahkan tidak terhitung.

Kenapa engkau tega ?
Tega menuntut ibumu
Tega membebankan beban yang berat di masa tuanya , tidakkah cukup saat dia mengandungmu menjadi beban ? Begitu juga saat menggendongmu ?

Saat engkau dewasa bukankah saatnya telah datang hari membalas kebaikannya ?

Semoga bermanfaat.

Oleh Ustadz Nur Cholis Agus Santoso, M.Pd.I  حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى