Kekhawatiran Nabi Atas Umatnya


2 minggu lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

فَوَاللَّهِ لَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنْ أَخَشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ

"Demi Allah, bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan atas kalian. Tetapi aku khawatir atas kalian jika dunia dihamparkan atas kalian sebagaimana telah dihamparkan atas orang-orang sebelum kalian, kemudian kalian akan saling berlomba (meraih dunia) sebagaimana mereka saling berlomba (meraih dunia), kemudian dunia itu akan membinasakan kalian, sebagaimana telah membinasakan mereka.” [HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan lainnya dari Amr bin Auf Al-Anshari]

Syekh Ibnu utsaimin -رحمه الله- berkata :

Ketika manusia berada dalam keadaan miskin, maka (umumnya) mereka lebih banyak bertaqwa kepada Allah, lebih khusyu' (dalam beribadah) dan lebih takut kepada Allah.
Dan ketika seseorang memiliki harta yang banyak, maka (umumnya) juga lebih banyak berpaling dari jalan Allah, serta membangkang Allah. Manusia sekarang menjadi terperdaya dengan kemilaun dunia dan perhiasannya. Mobil, rumah, tempat tidur, pakaian. Mereka berlomba-lomba dalam perkara ini. Mereka pun berpaling dari apa yang bermanfaat bagi mereka di akhirat. Koran-koran dan media sosial tidaklah memuat berita melainkan kemewahan dan yang berhubungan dengan perkara duniawi, dan mereka pun berpaling dari akhirat. Manusia pun menjadi rusak, kecuali yang dikehendaki (kebaikan) oleh Allah. Dan kesimpulannya, jika dibukakan pintu dunia - Kami memohon kepada Allah agar melindungi kita semua dari keburukannya- maka dunia akan mendatangkan keburukan dan menindas manusia..
[Syarah Riyadhush Sholihin 3/361]

Penjelasan di atas tidaklah menunjukkan bahwa menjadi kaya adalah tercela, atau anjuran untuk menjadi orang miskin.
Namun, menjelaskan besarnya fitnah harta bagi seorang muslim, dan tidak banyak yang bisa selamat darinya...

Allahu A'lam.


Oleh : Ustadz Andi Fahmi, Lc