Jangan Mendoakan Keburukan Untuk Diri Sendiri Atau Untuk Orang Lain


8 tahun lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Tidak sedikit kita mendengar, ketika seorang ibu atau seorang ayah sedang marah kepada anaknya, mereka mendoakan keburukan untuk anak-anaknya. Diantara mereka ada yang mendoakan kecelakaan untuk anaknya, mendoakan kesengsaraan, serta doa keburukan yang semisalnya. 

Ada juga seorang suami yang ketika dia marah, maka dia mendoakan keburukan untuk istrinya. 

Seorang guru ketika dia marah, terkadang dia juga mendoakan keburukan untuk muridnya.

Begitu pula, terkadang kita mendapatkan orang yang diuji dengan suatu musibah seperti diuji dengan sakit yang tidak kunjung sembuh, diuji dengan ditinggal mati oleh orang orang yang dicintainya, mereka berdoa keburukan untuk dirinya, misalnya dengan memohon kepada Allah agar mematikan dirinya, karena dia sudah tidak sabar dengan ujian dan cobaan yang datang kepadanya.

Dari beberapa contoh nyata di atas, kita tidak bisa mengingkari bahwasanya diantara sifat yang dimiliki manusia yaitu sifat tergesa-gesa.

Allah azza wa jalla berfirman : 

ﻭَﻳَﺪْﻉُ ﺍﻟْﺈِﻧﺴَﺎﻥُ ﺑِﺎﻟﺸَّﺮِّ ﺩُﻋَﺎﺀَﻩُ ﺑِﺎﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﻟْﺈِﻧﺴَﺎﻥُ ﻋَﺠُﻮﻟًﺎ

"Dan manusia (seringkali) berdoa untuk kejahatan sebagaimana (biasanya) dia berdoa untuk kebaikan. Dan memang manusia bersifat tergesa-gesa. [QS.Al - Israa' : 11] 

Al-imam Ibnu Katsiir - rahimahullah- berkata : "Allah azza wa jalla mengabarkan tentang sifat tergesa-gesa yang dimiliki manusia, diantara mereka ada yang berdoa keburukan untuk dirinya, atau anak dan hartanya, seandainya Allah mengabulkan doa keburukan (yang mereka panjatkan kepadaNya) mereka pasti akan binasa. 

[diterjemahkan secara ringkas dari kitab almishbahul muniir fi tadzhiibi tafsiir Ibni Katsiir hal. 759] 

Saudaraku, marilah kita hindari sifat tergesa-gesa, marilah kita jaga lisan lisan kita dari mendoakan keburukan, sebelum datangnya penyelasan dikemudian hari.

Semoga bermanfaat.

✏ Ustadz Budi Santoso, Lc. حفظه الله تعالى