Ingatlah Penghancur Segala Kenikmatan (Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc. MHI)


4 tahun lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

          Manusia hidup di dunia menginginkan bangunan  yang menjulang, rumah yang mewah, harta yang melimpah, pakaian yang indah, istri yang jelita lagi pelipur lara, anak yang baik lagi penyejuk pandangan mata.....itulah kondisi manusia di dunia, tidaklah di sana ada kelezatan dan keindahan kecuali mereka berlomba-lomba untuk mendapatkannya.

        Akan tetapi saudaraku, bangunan yang menjulang akan hancur, pakaian yang indah akan usang, harta yang melimpah akan sirna, anak dan istri akan meninggalkan kita.....tidak ada yang abadi di dunia karena yang abadi hanyalah sang pencipta dunia.

       Maka dari itulah, rasulullah memberikan wasiatnya, agar kita senantiasa mengingat penghancur dan pemutus segala kelezatan dunia.

Lantas  tahukah anda penghancur segala kenikmatan itu???

  Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ ». يَعْنِى الْمَوْتَ. فإنه ما ذكره أحد فى ضيق من العيش إلا وسعه عليه ولا فى سَعَةٍ إِلّا ضَيَّقَهُ عَلَيْهِ

 “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah oleh kalian mengingat pemutus segala kelezatan”, yaitu kematian”. karena tidaklah seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan membuatnya merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya lapang, maka ia menyempitkannya (sehingga tidak akan tertipu dengan dunia). (HR. Tirmidzi: 2307 dan dishahihkan di dalam kitab Shahih al-Jami’: 1211).

           Benarlah apa yang dikatakan rasulullah, kematian adalah pemberhentian dari segala ketamakan dan kerakusan, meluluhlantakkan kepongahan dan kesombongan, pemutus segala kelezatan dan kenikmatan, penghancur semua impian dan harapan, tidak ada obat yang paling bermanfaat bagi hati yang kelam selain mengingat kematian, ia akan menghalangi seseorang dari kemaksiatan, melembutkan dan menyinari hati dari kegelapan, mengusir kesenangan terhadap dunia, membuat ringan musibah yang datang menimpa.

  Imam ad-Daqqaq rahimahullah berkata:

"مَنْ أَكْثَرَ ذِكَرَ المَوْتِ أُكْرِمَ بِثَلَاثَةٍ: تَعْجِيلِ التَّوْبَة، وَقَنَاعَةِ القَلْبِ، وَنَشَاط العِبَادَةِ، وَمَنْ نَسِيَ المَوْتَ عُوجِلَ بِثَلَاثَةٍ: تَسْوِيفِ التَّوْبَةِ، وَتَرْكِ الرِّضَا بِالْكَفَافِ، والتَّكَاسُلِ فِي العِبَادَةِ"  تذكرة القرطبي : ص 9

Artinya: “Barangsiapa yang banyak mengingat kematian maka dimuliakan dengan tiga hal: “Bersegera taubat, puas hati dan semangat ibadah, dan barangsiapa yang lupa kematian diberikan hukuman dengan tiga hal; mengundur taubat, tidak ridha dengan keadaan dan malas ibadah.” Lihat kitab At Tadzkirah fi Ahwal Al Mauta wa Umur Al Akhirah, karya Al Qurthuby: 9).

   Allah subhanahu wata’la berfirman:

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الأمْوَالِ وَالأوْلادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” [QS. Al-Hadiid : 20].

          Sungguh benar orang yang mengatakan :

إِنَّ للهِ عِبَاداً فُطَنَا      طَلَّقُوا الدُّنْيَا وخَافُوا الفِتَنَا

نَظَروا فيهَا فَلَمَّا عَلِمُوا     أَنَّهَا لَيْسَتْ لِحَيٍّ وَطَنَا

جَعَلُوها لُجَّةً واتَّخَذُوا     صَالِحَ الأَعمالِ فيها سُفُنا

“Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang bijak

mereka meninggalkan dunia dan takut terhadap fitnah

Mereka melihat dan memperhatikan dunia, tatkala mereka mengetahui

bahwa dunia bukanlah tempat tinggal untuk hidup

Maka mereka menjadikannya sebagai samudera

sedang amal shalih sebagai bahteranya.

 (Riyadhus Shalihin, Abu Zakariya ibn Syaraf an-Nawawi (Riyadh: Maktabah Darus Salam, 1414 H/1994 M) hal: 18)

Pada kajian kali ini Ust. Fadlan Fahamsyah, Lc, M.H.I  حفظه الله menjelaskan kepada tentang Ingatlah Penghancur Segala Kenikmatan Kajian ini disampaikan di Radio Aliman Surabaya.

Radio Suara Al-Iman Surabayaradio dakwah dan syiar IslamAhlus Sunnah wal Jama’ah, mengudara pada frekuensi radio AM 846 kHz yang dapat dijangkau oleh radio di Jawa Timur dan Madura (sebagian besar Jatim, pada khususnya), hingga beberapa kota di Jawa Tengah (Rembang, Blora, dll). Radio Suara Al-Iman Surabaya juga dapat dinikmati melalui radio streaming dan Flexi radio. Gabung juga di Facebook dan Twitter Radio Suara Al-Iman, untuk berlangganan info kajian di Jawa Timur.