Dauroh Yang Dinanti-Nanti


5 bulan lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Serial Dauroh ke - 18 (Bag. 1)


Salah satu agenda rutin tahunan STAI Ali Bin Abi Thalib Surabaya adalah mengadakan Dauroh (Pembekalan buat para da'i) dengan pemateri para ulama timur tengah (Madinah university sekaligus para pengajar Masjid Nabawi)  dan ulama Markaz Imam al-Albani Jordania.

Adapun Dauroh ke 18 pada tahun ini adalah giliran Masyayikh dari markaz al-Imam al-Albani, yaitu Syaikh Dr. Muhammad Musa Alu Nahr, Syaikh Ali Bin Hasan al-Halaby dan Syaikh Dr. Ziyad al-Abbady dengan jumlah 395 peserta dari seluruh Indonesia, semoga Allah menjaga kita dan mereka semua, amiiin.

Tentu Dauroh ini diharapkan banyak memberikan manfaat:

1. muroja'ah Ilmu yang pernah dipelajari, karena ilmu itu dapat terjaga dan bertambah dengan pengulangan, sebagaimana dikatakan:
إنما العلم المراجعة

"Ilmu itu hakikatnya adalah muroja'ah"

2. menguatkan kafa'ah (kapasitas) keilmuan dan manhaj para da'i dan pendidik, karenamempelajari ilmu Islam ada awalnya akan tetapi tidak ada akhirnya.

Orang yang baru belajar dia adalah tholibul ilmi(penuntut ilmu), yang sampai tingkat pertengahan dia juga penuntut ilmu, yang sampai atas atau berilmu tinggi yaitu para ulama dia juga penuntut ilmu.

Syaikh albani sering mengatakan: 
إنما أنا طالب العلم

" Sesungguhnya saya hanyalah penuntut Ilmu"

Kalimat di atas menunjukkan:

✔ tawadhu'nya para ulama Islam, apalagi beliau mengungkapkan kalimat tersebut adalah saat dipuji oleh orang-orang yang memuji keilmuannya.

✔ Ilmu terus harus dicari dan diusahakan agar bertambah, TINGGINYA SEBUAH GUNUNG PASTI ADA BATASNYA, TAPI TINGGINYA ILMU BISA TERUS MENJULANG TIADA BATAS,

Sehingga Rasulullah pun diperintahkan minta tambahan ilmu: 

وقل رب زدني علما

"Dan katakanlah (wahai Muhammad), wahai Rabbku, tambahkan untukku ilmu" [qs. Tha-ha:114]

3. Sebagai sarana mempererat ukhuwah Imaniah (persaudaraan seiman) , karena kuatnya ukhuwah antar da'i di atas Sunnah dan manhaj yg benar dapat memberikan energi dan pengaruh luar biasa di lapangan dakwah.

4.  Sebagai wadah berbagi pengalaman, maklumat, tawaashi bil haqqi was shobri, serta mencari solusi terhadap problematika yang dihadapi para juru dakwah dan para pendidik di lapangan melalui bimbingan, wejangan  dan petuah para masyayikh.

5. Untuk membangkitkan semangat  juang  di medan  ilmu dan dakwah guna menyebarkan tauhid, nilai-nilai keimanan dan keislaman yang merupakan pondasi keamanan dan keselamatan.

Seseorang bagaimanapun juga ilmu dan amalnya tetap ada padanya titik kelemahan, sehingga butuh nasehat, tambahan bekal dan motivasi.

Sungguh tepat ungkapkan Salah satu pemateri dauroh, yaitu Syaikh Ali Al- Halabi ketika beliau mengatakan di daurah sebelumnya:  "daurah ini adalah Dauroh tansyitiyyah( memompa semangat kembali)".

Barokallah fiikum, Semoga Allah memberkahi dan membalas kebaikan berlipatganda kepada semua pihak yang ikut andil dan mendukung terselenggaranya acara ini, Amiiiin.

✏ Ustadz Abdurrahman Hadi, Lc حفظه الله تعالى