BULAN AL-MUHARRAM, BUKAN BULAN MUHARRAM


6 tahun lalu oleh / 0 komentar

Alhamdulillah kita berada di bulan mulia, bulan yang dimuliakan Allah Ta’ala. Yaitu bulan al-Muharram. Dan hendaknya kita selalu berusaha untuk menggunakan waktu-waktunya pada hal-hal yang bermanfaat baik bagi diri kita, keluarga, masyarakat dan agama.

Diantara kesalahan dan kekeliruan yang menyebar pada kaum muslimin adalah penyebutan lafazh “Muharram” untuk nama awal bulan hijriah tanpa memakai “al”. Hal ini banyak sekali kita dapati baik pada tulisan makalah di majalah, buletin, internet (FB, Tweet, dll), ataupun tulisan di spanduk, pamflet dll. Padahal yang benar adalah “al-Muharram”. Hal ini berdasarkan hadits Nabi صلى الله عليه و سلم yang menyebutkan bulan tersebut dengan menggunakan “al” seperti hadits berikut:

“Puasa yang paling utama setelah puasa bulan ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yang kalian sebut bulan al-Muharam, dan sholat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.“ (HR.Muslim).

Dan orang-orang arab tidak menyebut bulan ini baik dalam ucapan-ucapan dan sya’ir-sya'ir mereka kecuali dengan menggunakan “al”. Padahal bulan-bulan lain tidak ada yang menggunakan “al”. Sehingga penamaan bulan ini adalah sama’i (apa yang kita dengar dari orang arab) bukan qiyasi (secara qiyas).

Dan bulan al-Muharram adalah bulan yang mulia, dimana Rasulullah صلى الله عليه و سلم menisbatkannya kepada Allah Ta’ala, yaitu bulan Allah. Hal ini menunjukan akan kemuliaan dan keutamaan bulan tersebut.

Oleh karena itu hendaknya kita membiasakan diri untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kita, termasuk dalam penyebutan bulan al-Muharram tanpa menggunakan “al”. Dan ini juga sekaligus sebagai ralat dari kesalahan-kesalahan ana yang terdahulu dalam penyebutan al-Muharram tanpa penggunaan “al”.

Mari kita muliakan bulan ini dengan berlomba-lomba untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kita yang terdahulu.
Mudah-mudahan Allah Ta’ala mengampuni semua dosa2 kita.

آميــــن يــا رب العـالــمين

Penulis : Ustadz Fuad Hamzah Baraba’, Lc.