Bertawassul Kepada Allah


4 bulan lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Allah azza wa jalla memerintahkan kita agar bertawassul kepadaNya.

Allah berfirman:

َ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ

"Carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada Allah.

[Qs. Al-Ma'idah : 35]

Dalam ayat lainnya:

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ 

"Orang-orang yang mereka seru (Isa, malaikat dll), mereka sendiri mencari wasilah (jalan) kepada Allah Tuhan mereka.

[Qs. Al-Isra' 57]

Tawassul kepada Allah dengan beberapa cara:

Pertama : dengan wasilah mentauhidkan Allah dan tidak menyekutukan Allah dengan selainNya.

Kedua : dengan wasilah menjalankan amalan-amalan wajib, sedangkan amalan wajib yang paling agung adalah rukun Islam.

Ketiga : dengan wasilah meninggalkan perkara-perkara haram, sedang perkara haram paling besar adalah al-Kabair (dosa-dosa besar).

Keempat : dengan wasilah memperhatikan amalan-amalan Sunnah, dengan tetap tidak boleh meninggalkan yang wajib.

Kelima : dengan wasilah berdo'a Kepada Allah.

Shalat adalah kebaikan, puasa puasa kebaikan, begitu pula amalan lainnya, akan tetapi do'a ada kunci semua itu.

Seorang hamba tidak dapat menunaikan kebaikan-kebaikan kecuali dengan pertolongan Allah, maka seorang muslim harus berdoa kepada Allah agar dimudahkan karena segala sesuatu ada di tanganNya.

Adapun do'a yg disyariatkan dan dikabulkan Adalah:

1. dengan penuh keikhlasan (berdoa dan minta kepada Allah dan tidak berdoa kepada selainNya).

2. berdoa sesuai dengan petunjuk Rasulullah shallahu alaihi wasallam dan tidak menyimpang, karena menyimpang termasuk penghalang dari terkabulkannya do'a.

3. dengan tawassul yang disyariatkan dalam berdoa.

Tawassul yang disyariatkan adalah :

a.  dengan wasilah (jalan) menyebut-nyebut nama-nama Allah saat berdo'a, seperti yaa Allah, ya Robbi ya Robbi, ya Rabbana dst.

b. Dengan wasilah menampakkan kelemahan, kefakiran dan kebutuhan hajat kita yang mendesak di hadapan Allah yang maha kaya dan maha memberi.

c. Dengan wasilah keimanan dan ketaatan kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

d. dengan wasilah ( perantara) do'anya orang shalih yang masih hidup.

e. do'a seorang muslim kepada muslim lainnya saat tidak ada di hadapannya. 
do'a seorang hamba untuk saudaranya akan diijabahi Allah dan dia akan didoakan malaikat seperti doanya untuk saudaranya.

Tawassul yang tidak disyaratkan.

semua jenis tawassul yang menyelisihi tawassul yg disyariatkan maka itu masuk dalam tawassul yang tidak disyariatkan.

Maka seorang hamba hendaknya memperhatikan perkara agung ini agar tidak jatuh dalam kesyirikan (menyekutukan Allah) maupun bid'ah (amalan tanpa dasar) atas nama tawassul kepada Allah.

Allahumma shalli wa sallim ala Nabiyina Muhammad.

[Tulisan diatas merupakan ringkasan tabligh Akbar yang disampaikan syaikh Prof. DR.  Abdurrazzaq Bin Abdul Muhsin, al-badr Di Masjid Mujahidin Surabaya]


Oleh : Ustadz Abdurrahman Hadi, Lc  حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى