Apabila Ramadhan Telah Berlalu


4 bulan lalu oleh Radio Suara Al-Iman / 0 komentar

Apabila Ramadhan telah berlalu, bukan berarti kita berhenti menunaikan hak Allah yang ada pada kita (yaitu memurnikan ibadah hanya untukNya) 

Allah berfirman : 

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

"Beribadahlah kepada Allah sampai datangnya al yaqin (kematian)". QS [Al-Hijr : 90]

Allah adalah Robb kita di bulan Ramadhan, Allah juga Robb kita di bulan syawwal dan di seluruh bulan. 

Berlalunya bulan Ramadhan (sudah sepantasnya) diiringi dengan tiga hal :

1. Bersyukur
2. Istighfar
3. Kegembiraan

Kita bersyukur karena Allah telah memberikan kemudahan kepada kita untuk melaksanakan ibadah didalamnya.

Namun kita juga menghadirkan perasaan bahwasannya ibadah yang kita lakukan di bulan Ramadhan masih banyak kekurangan, sehingga kita mohon ampun kepada Allah dan memperbanyak istighfar.

Kegembiraan yang dimaksud disini bukan gembira karena perginya Ramadhan, namun gembira karena kita -dengan taufiq dari Allah- kemudian kesungguhan kita, bulan Ramadhan ini bisa kita isi dengan ketaatan.

Janganlah termakan tipu daya syaiton, karena kebanyakan orang yang ketika mereka keluar dari bulan Ramadhan seolah mereka keluar dari penjara.

Mari kita jaga ketaqwaan kita, kita jaga amal sholeh yang telah kita lakukan selama bulan Ramadhan, bertaubatlah dari dosa dan kelailaian, Allah menerima taubat dari orang orang yang jujur bertaubat kepadaNya.

[Nasehat diatas merupakan faedah dari ceramah singkat yang disampaikan oleh Syaikh Dr. Sholih Fauzan, semoga Allah menjaga beliau]

Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua, dan semoga kita bisa terus istiqomah dalam beribadah kepadaNya sampai malaikat maut datang untuk mengambil nyawa kita. Aamiin.


Semoga bermanfaat.

✏ Ustadz Budi Santoso, Lc حفظه الله تعالى